Situs - Taruhan - Tentang Kaesang yang Sekolah di Luar Negeri - Kaesang sudah lama bersekolah di sana. Namun heboh baru mencuat akhir pekan lalu, tatkala Jokowi dan istrinya, Iriana, terbang ke negeri singa untuk menghadiri wisuda anaknya itu. Kaesang, 19 tahun, menyelesaikan International Baccalaureate Diploma.
Bullying pertama, Jokowi masih saja melakukan pencitraan dengan terbang menggunakan pesawat komersil. Ia menumpang Garuda Indonesia dan duduk di kelas ekonomi. Pasukan pem- bully menyoroti sisi lain. Bahwa meski terbang dengan biaya sendiri, Jokowi dan istri didampingi anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) serta sejumlah wartawan, dan mereka yang disebut terakhir ini, kurang lebih 15 orang jumlahnya, dibiayai oleh negara. Jika demikian, kata mereka, kenapa tidak naik pesawat kepresidenan saja?
SITUS TARUHAN
Nyinyiran para pem-bully ini, sayangnya, dilontarkan dengan serampangan. Tidak cermat dan teliti. Soal Paspampres, misalnya. Sudah barang tentu Paspampres harus berada di sekitar Jokowi dan istrinya, mendampingi mereka, terlepas dari itu merupakan aktivitas kenegaraan atau bukan. Sebab segera setelah resmi menjabat Presiden RI (dan Iriana menjadi Ibu Negara), Paspampres, pengawalan, menjadi hak yang secara otomatis melekat pada diri mereka. Paspampres hanya akan menjauh ketika Jokowi, Iriana, dan anak-anaknya berada di kamar mandi atau sedang tidur.
Keberadaan wartawan yang ikut dengan rombongan juga tak sesuai fakta. Seorang kawan, wartawan satu media nasional yang berkedudukan di Jakarta dan kebetulan menjadi bagian dari rombongan itu, mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak direncanakan untuk ikut. Justru sebaliknya, para wartawanlah yang ingin ikut karena menganggap kunjungan Jokowi ke Singapura ini memiliki news value yang bagus. Keinginan ini diluluskan, dengan syarat, membiayai diri sendiri.
Angin pem-bully-an terus berhembus. Yang menjadi sorotan kemudian adalah soal kesederhanaan Jokowi. Citra yang memang diapungkan sejak ia menjabat Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, dan sepanjang masa kampanye pemilihan umum presiden.
Seorang pemilik akun Facebook, semacam "seleb" media sosial (ia memiliki banyak sekali "pengikut"), memaparkan teori menggelikan. Facebooker yang dikenal luas sebagai "Anti Jokowi" ini memampangkan poster yang digunakan oleh tim kampanye Jokowi untuk menggambarkan kesederhanaannya. Poster itu kemudian dipasangkan berhadap-hadapan dengan foto Kaesang Pangarep. Di atas poster Jokowi dituliskannya "Edisi Pencitraan", sedangkan di atas foto Kaesang, "Edisi Fakta: Anaknya kuliah di Singapore, biaya sekitar Rp 16 juta per bulan. Sederhana?"
Lagi-lagi ini cuma pertunjukan pelampiasan dendam politik yang membabibuta. Bahwa Jokowi sederhana atau bukan, tentu tidak dapat dibuktikan secara sahih. Sungguh boleh jadi dia benar seorang lelaki sederhana sejati, tapi tidak tertutup kemungkinan pula memang tidak lebih dari sekadar pencitraan. Tapi terlepas dari itu, bahwa orangtua menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya, sama sekali tak dapat ditampik. Jangankan hidup sederhana. Hidup susah sekalipun dijalankan agar anak bisa sekolah.
Mengapa Singapura? Kenapa tidak di Indonesia saja? Singapura saat ini berada di jajaran lima besar negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Nomor empat untuk pendidikan tinggi dan nomor dua untuk pendidikan menengah. Indonesia? Hehehe...
Situs - Taruhan - Tentang Kaesang yang Sekolah di Luar Negeri posting by :
No comments:
Post a Comment